Sejarah Runtuhnya Liga Rumah Mamat

January 30, 2010 at 4:03 AM (Daily Life)

judul yang aneh..

anyway, maaf untuk update yang sangat telat ini. mood menulis gue baru muncul sekarang.

apa itu Liga Rumah Mamat?

untuk informasi anda sekalian, gue memiliki performance yang sangat buruk waktu SD dulu. rambut keriting (hampir keribo), asal-asalan, gombrong-gombrong, preman, dan sedikit terlihat seperti laki-laki. dan untungnya gue masih memakai anting. jadi orang-orang masih bisa melihat bahwa gue sebenarnya perempuan. sehingga muncul lah panggilan “Mamat” dari temen-temen gue. selain nama laki-laki, hampir semua orang di dunia ini bahkan di Papua Tenggara sekali pun pasti mengatakan bahwa, ‘Mamat’ adalah nama yang dipakai untuk orang-orang yang sangat jelek.

main bola adalah menu harian gue waktu SD. sepulang sekolah, kerjaannya maen bola, maen bola, dan maen bola. tempat yang paling sering menjadi korban permainan bola SD gue dkk adalah : Rumah gue. sebenarnya tidak ada penamaan khusus untuk kegiatan bermain bola seusai pulang sekolah di rumah gue itu. gue cuma iseng doang namain kegiatan itu untuk postingan ini.

“DUAAK!” sering sekali suara seperti itu terdengar di kala siang hari. niat kita sebenernya cuma maen bola. tapi entah mengapa permainan bola anak SD seperti misi menghancurkan panti asuhan.

bokap gue udah sering marah-marah karena tembok rumah gue ancur diciumin sama bola melulu. tapi gue agak sedikit tidak peduli. temen-temen gue juga gak kira-kira kalo nendang bola. mungkin mereka memang sedang berkomplot dalam misi penghancuran rumah gue.

hampir semua makhluk yang ada di teras rumah gue sudah mengalami penderitaan. mulai dari lampu taman yang pecah, mobil yang dilecetin, keran aer retak, tanaman rusak, dll.

tidak hanya teras rumah gue yang menjadi korban dari kejamnya Liga Rumah Mamat. tetangga pun ikut merasakannya.

tidak jarang para tetangga mendengar teriakan “Permisi Mbak maaf mengganggu!”.. “saya mau ngambil bola saya mbak.”.. “makasih mbak”.. “MBAK KENAPA PISANG GORENGNYA NGGA DISKON?!”..

bola gue sering banget nyasar ke rumah tetangga dengan alasan yang tak terhingga. mobil tetangga sering kita lecetin. dan yang paling parah, pot taneman tetangga pernah kita pecahin. dan gue dkk berusaha menyelamatkan bola gue tanpa memanggil si tetangga dengan menggunakan tiang bendera, kita berusaha menyeret bolanya sampe ke pager pake tiang bendera, kemudian kita angkat bolanya dari bawah sampe akhirnya keluar pager. ya, kita tidak mau kena percikan amarah dari si tetangga.

setelah kejadian itu, tiang bendera selalu menjadi malaikat penyelamat yang paling baik. kita tidak perlu khawatir lagi kalo bolanya nyasar ke rumah tetangga.

daaaaan..

di suatu siang, seperti biasa kita lagi main bola.

lalu..

“PRAAAAAK PRAK BRUKKK BRUUK KRESSSS”

gue panik. gak cuma gue sih yang panik. lebih tepatnya, semua panik.

kenapa panik?

gue baru saja melihat sebuah pemandangan yang begitu indah-untuk yang ke sekian kalinya : bola (lagi-lagi) melayang ke rumah tetangga.

namun, mengapa suaranya begitu ekstrim?

gue dan yang lainnya tidak berani mengintip apa yang sudah kita hancurkan di sebelah sana.

setelah menjalani doa bersama dan shalat berjamaah, gue dan yang lain memberanikan diri untuk melihat.. sebuah pemandangan indah : kursi tergeletak, sebuah tampah terbalik, kerupuk berserakan.

nampaknya bocah-bocah nista ini sudah menghancurkan rencana tetangga yang berniat untuk menjemur kerupuk.

kita sedikit panik. kali ini tiang bendera tidak bisa diajak kompromi. karena letak bola tidak terjangkau. akhirnya, gue, sebagai tuan rumah, bertanggung jawab atas semua ini. dimulai dengan meminta maaf kepada tetangga.

“KAMU MAIN BOLA HATI-HATI DONG!!” oceh pembantu tetangga itu dengan nada 9 oktaf lebih tinggi dari biasanya.

“I.. iya mbak. maaf. maaf mbak.” jawab gue dengan suara pasrah.

bola gue sih selamat dan masih utuh. tapi Liga Rumah Mamat sudah tidak lagi selamat. kita sudah mengalami trauma menghancurkan niat untuk menjemur kerupuk.

sejak saat itu, Liga Rumah Mamat bubar. dan kita bersumpah demi celana dalam A’a Gym, bahwa kita gak akan main bola lagi di teras rumah gue.

keesokan harinya..

di siang hari yang sepi gue berbaring di kamar dan menatap langit-langit. merasakan kehampaan yang begitu mendalam. tidak ada lagi Liga Rumah Mamat. tidak ada lagi suara gaduh. tidak ada lagi kerupuk berserakan.

gue beranjak dari tempat tidur, dan berniat untuk bermain bola sendirian, hanya untuk sekedar mengisi waktu luang.

ketika gue melihat ke arah teras, sepertinya ada yang sedang main bola.

ternyata itu abang gue yang paling tua.

“Ko, jangan kenceng-kenceng nendangnya. ntar masuk rumah orang bolanya.” gue memperingatkan.

tidak sampai 5 menit kemudian..

Abang gue : “Mel, lu bisa tendangan pisang gak?”

Gue : “Ngga.”

Abang gue :”Huu!!! Cupu! nih gue bisa!” *menendang bola*

bolanya memang menukik pisang, dan agak melambung tinggi.

bola itu melesat melewati perbatasan rumah gue dengan si tetangga.

Gue : *bengong*

hening sejenak..

Gue : “KAMPREEET!!!!!!!”

Abang gue : “MEL GIMANA NIH?! ADUH! LU AMBIL GIH!”

emang dasar abang mental banci, dia gak brani ngambil bolanya di rumah sebelah. dan sekali lagi gue tekankan saudara-saudara. BOLANYA KEMBALI NYASAR KE RUMAH TETANGGA.

akhirnya gue ambil bolanya pake tiang bendera.

tidak lama kemudian, ada bapak-bapak yang menghampiri rumah gue dan manggil gue, “Mel, papa ada?”

gue langsung manggil bokap.

gue udah curiga, sepertinya bapak itu gue kenal. tapi gue gak inget itu siapa. gue mencoba cari tahu apa yang dibicarakan bapak itu dengan bokap gue. gue ngintip-ngintip dari dalem rumah.

setelah selesai berbicara dengan bapak itu, bokap gue kembali masuk ke rumah dan masang raut muka jutek.

“MEL!! PAPA UDAH BILANG! JANGAN MAIN BOLA DI RUMAH!!! TETANGGA MARAH TUH! MALU-MALUIN AJA!!!!”

“ampun..”

abang gue gak kalah nista ama gue. dia yang salah, gue yang kena semprot.

sejak saat itu, gue tidak pernah lagi main bola di rumah.

hmm.. panjang juga ya. sejarah memang tidak pernah pendek saudara-saudara.

see ya later! :)

Permalink Leave a Comment

Postingan yang sangat telat

January 11, 2010 at 12:12 AM (Daily Life, Ideas)

hai.

maaf untuk update yang sangat telat ini. gue mau ngucapin selamat tahun baru. maaf (lagi) telat.

jam pertama pelajaran sekolah hari ini adalah Biologi. dan kita disuruh ke perpustakaan untuk nonton film, film pengetahuan pastinya. gue selalu antusias kalo ada yang namanya acara nonton (kecuali nonton film porno). apalagi film pengetahuan.

gue ingin bergegas secepat angin menuju perpustakaan, supaya gue jadi yang nomer 1 nyampe di perpustakaan. kenapa begitu? karena gue mau duduk paling depan. supaya gue tau gue lagi nonton film apa, dan gue bisa dapet ilmu.

tapi nyatanya.. gue dikalahkan oleh cowo-cowo yang ternyata sudah memonopoli tempat duduk bagian depan. akhirnya gue duduk agak di belakang.

berhubung sepertinya mata gue udah mulai rusak karena keseringan main komputer, gue gak bisa liat subtitle film itu dengan jelas dari jarak tempat duduk dengan tv yang cukup jauh. padahal tampaknya film itu cukup menarik. gue mendesah. mau pindah tempat agak depan supaya keliatan, gue juga agak risih. ya sudah. gue diem-diem aja nunggu jam pelajaran selesai.

gue duduk di deket rak buku novel. karena terlalu bosan, gue coba melihat-lihat. apakah ada buku yang pantas untuk dibaca di saat bosan-menunggu-pelajaran-berakhir.

sampai akhirnya gue menemukan sebuah buku yang cukup menarik, judulnya “Ways To Live Forever”. ya, itu novel. gue melihat cover buku itu. ada gambar anak laki-laki bersama seekor kucing sedang tertidur di padang rumput. dan buku itu terdapat gambar bunga-bunga yang biasanya menjadi simbol musim gugur. covernya menarik. lalu gue membalik buku itu dan membaca sekilas ringkasan ceritanya. haaah.. cerita sedih standar. tentang anak yang kena kanker yang hampir pasti ujung-ujungnya mati. tapi gue gak pernah mengabaikan cerita sedih. gue suka cerita sedih. jadi, daripada gue ketiduran, mendingan gue curi-curi waktu untuk membaca buku itu.

sejak pertama baca buku itu, gue udah tertarik. gue bersyukur masih bisa melakukan sesuatu daripada cuma menundukkan kepala untuk berusaha tidur, yang hanya membuang-buang waktu saja. hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan dengan tidur. toh, suatu hari nanti kita akan tidur untuk jangka waktu yang sangat lama. maksut gue selamanya.

buku itu berbeda dari kisah-kisah anak berpenyakit kanker lainnya. ceritanya memang fiksi, tapi terlihat sangat nyata. gue langsung meminjam buku itu hari ini juga. gue udah gak sabar mengetahui kisah bocah kanker yang unik itu selanjutnya.

entah mengapa pikiran gue terus tertuju pada buku novel itu. nampaknya novel yang luar biasa bagi gue. sepertinya begitu.

pelajaran sekolah terasa sangat membosankan bagi gue, kecuali Matematika, pelajaran yang paling mending dibanding yang lain. gue gak terlalu jago Matematika. mungkin gue bisa mengerjakan soal yang sulit, tapi butuh waktu yang sangat lama. gue bukan tipe orang pemikir cepat.

gue sangat merasakan aura kebebasan setelah mendengar bel pulang sekolah. gue gak tau kenapa gue semangat sekali pulang hari ini. mungkin karena buku bocah kanker itu. gue udah gak sabar untuk membacanya.

sampai di rumah, setelah berleha-leha cukup lama, gue pun akhirnya membaca buku itu di ruang tamu. orangtua gue sedang pergi. gue merasa jadi penguasa rumah. hening. sejuk. benar-benar suasana yang pas untuk membaca. dan hanya ada gue di ruang tamu itu. kemudian pembantu gue memberi gue secangkir teh panas. tumben sekali.

ini adalah suasana membaca yang sempurna. tidak ada yang mengganggu, tidak ada yang merusak koneksi otak gue dengan buku itu. perfect.

ketika gue hendak membalikkan halaman buku ke halaman 72, terdengar suara klakson mobil. itu pasti orangtua gue. gue mendesah. hancur semua suasana membaca yang sempurna itu. kenapa hancur? ya. ruang tamu merupakan ruang aktivitas hidup bokap. mulai dari nonton tv, baca koran, dan berantem sama istri. ditambah lagi, pasti nyokap gedebak -gedebuk di dapur. terdengar suara sendalnya lah, suara panci, bahkan jeritan karena melihat kecoa. nyokap juga sering ngajak gue untuk ngobrol di ruang tamu, nanya ini itu. bokap juga sama bawelnya. dan asal kalian tahu aja, pertanyaan-pertanyaan bokap sangatlah tidak penting. ruang tamu bukanlah tempat yang strategis untuk membaca jika ada orangtua. ingat itu.

Nyokap bilang, “Mel, mama bawa nasi goreng. enak.”

bagus lah, rasa sakit hati gue karena suasana membaca yang rusak itu sedikit terobati oleh sepiring nasi goreng.

gue agak yakin, pembaca blog ini pasti bingung. “Kenapa lu gak baca novel di kamar aja?” ngaku deh. pasti ada yang mikir gitu. :P

jawabannya simpel aja. kamar gue sumpek, bau, dan berantakan. sama sekali gak menimbulkan niat membaca.

gue melirik ke meja makan. gue melihat suatu pemandangan yang sangat membuat gue naik pitang.

bokap makan nasi goreng yang dibelikan nyokap untuk gue. geram. ya, geram sekali. tapi gue pikir, gapapa lah sekali-sekali. just let it go. lagi pula nasi goreng bisa dibeli kapan aja.

di ruang tamu bokap gue cerita tentang ayahnya, yang merupakan kakek gue. konon katanya, kakek gue dulu pernah dipenjara selama 1 tahun. kalau gue gak salah, karena mukul orang. dan dia gak pernah meminta fasilitas apa pun di penjara. dia tidak minta diantarkan makanan, dsb.

hebat juga. sayang gue gak sempet ketemu dia.

oke, nampaknya kalian bosan membaca postingan ini. gue sudahi saja deh daripada semakin tak jelas arah pembicaraannya.

see ya later!

sepertinya gue akan melanjutkan membaca buku itu besok, atau mungkin saja nanti malam.

Permalink Leave a Comment

Merry Christmas Everyone!!

December 24, 2009 at 8:03 PM (Uncategorized)

hey hey hey!

apa kabar semua? Merry Christmas! wishing you have a great Christmas Holiday! :D

hmm. ngga terasa banget. sekarang udah natalan lagi. perasaan baru kemaren gue natalan 2008. waktu berlalu cepat sekali. hiks.

kemaren adalah malam Natal, biasanya orang-orang kristiani berbondong-bondong pergi ke gereja. dan berhubung gue orang kristiani, mau tidak mau gue harus ke gereja. entah sudah berapa lama gue gak ke gereja. hiks.

Gue : “Ma, mau ke gereja jam berapa nanti?”

Nyokap : “Hmm. Kita pergi ke misa yang jam 10 malam deh.”

Gue : “HAH?!”

shock, gue spontan jerit. buset, jam 10 malam? JAM 10 MALAM? APA MAKSUTNYA ITU? HARUS ADA BERAPA PENITI YANG GUE BAWA UNTUK GANJEL MATA GUE? BERAPAAAA???

Gue : “JADI SELESAI MISA JAM BERAPA??!”

Nyokap : “Jam 12an lah.” (jawab santai)

Gue : “KOK MALEM AMAT SIH??!!”
Nyokap : “UDAH IKUTIN MAMA AJA! JAM 10 MALAM! JAM SETENGAH 9 KITA BERANGKAT!!”

Gue : “…”

gila. doain aja gue gak ngeces-ngeces sambil ngorok di sono.

tapi kemudian nyokap gue bilang, “Mel, ada sih misa yang jem 6 sore, tapi pasti macet banget.”… oke, mending lah masih ada penjelasan logis dari sang nyokap. kebetulan gue juga benci macet. gue pegang omongan nyokap gue.

gue memutuskan untuk tidur siang untuk beberapa jam, itung-itung nyimpen tenaga. supaya nantinya gue bener kaga ngantuk plus ngeces-ngeces & ngorok-ngorok di gereja. kasian bokap & nyokap gue nanti, gue gak mau bikin malu keluarga.

setelah gue bangun dari tidur siang, gue langsung capcus mandi. lalu gue diajak Christmas dinner with my family di sebuah restoran.

ketika perjalanan pulang, nyokap gue udah ribut-ribut. “Abis ini kita langsung ke gereja ya. takut gak kebagian tempat duduk.”

namun..

ketika sampai di rumah, tiba-tiba telepon berdering, nyokap gue yang ngangkat. (waktu sudah menunjukkan pukul 20.10)

15 menit kemudian.. nyokap gue belum kunjung keluar dari kamarnya.

*terdengar gelak tawa* gue narik napas. pasti nyokap keasikan telepon. dasar ibu-ibu. oke lah, gue tunggu 5 menit lagi.

*terdengar gelak tawa yang lebih keras* gue mukul-mukul paha. ngelirik HP, ternyata udah jam 20.37. gue berniat untuk nyamperin nyokap ke kamar. untuk ngasih tau kalo kita udah rada telat.

daaaaaaan.. akhirnya nyokap gue selesai telepon. tanpa banyak basa basi, gue beserta bokap & nyokap langsung ngesot ke gereja. hufffff. dasar nyokap jaman sekarang.

di perjalanan nyokap gue masih sempet ngomong, “wah kita enak nih malem-malem, pasti gak macet.” percaya diri sekali dia. gue pun merasa sedikit lega.

tapi..

gue merasa kecepatan mobilnya semakin lambat, kemudian berhenti. gue melihat ke depan, panjang sekali rentetan mobil-mobil. kemudian..

Nyokap : “kok macet ya?”

*terdengar suara desis dari mulut ‘seseorang yang mengaku dirinya membenci kemacetan‘/gue*

lama-lama mulut nyokap pengen gue jejelin sepatu.

setelah melewati macet, akhirnya, AKHIRNYA, kita nyampe di gereja. tapi masalah baru kembali timbul, gerejanya penuh banget. hampir gak ada tempat duduk lagi. D-A-M-N S-H-I-T

tiba-tiba gue melihat ada sederet bangku yang kosong.

“ITU ADA YANG KOSONG TUH!!!!!” gue heboh.

ternyata pas gue deketin, ada tulisan di pojok bangku, “KHUSUS TATA TERTIB”

kancut.

kita udah hampir nyerah nyari tempat duduk. akhirnya, dengan modal muka terorisnya, bokap gue ngomong sama salah satu petugas, sambil nunjuk-nunjuk tempat duduk khusus tata tertib yang gue temui tadi.

Bokap : “BU, INI BOLEH DITEMPATI GAK BU??!!”

Si Petugas : “Ehm.. Eh… Eh…”

tanpa banyak ngapa-ngapain, bokap gue langsung dudukin tempat khusus tata tertib itu. terus ngajak gue & nyokap untuk duduk di situ. karena gue & nyokap juga udah capek, ya udah kita dudukin. tapi, gak lama kemudian, ada bapak-bapak yang mencoba ngusir kita.

“Pak, Bu. ehm, ini khusus untuk petugas ya.”

nyokap gue langsung nyeletuk dengan muka sok minta dikasihani. hahahahahaha

“Aduh udah ngga sanggup nih, Pak. udah muter-muter gak ketemu tempat duduk.”

akhirnya para petugas nyerah. mereka mengijinkan umat-umat yang lainnya juga untuk duduk di tempat khusus tata tertib.

bokap & nyokap gue jadi pahlawan hari itu. HAHAHAHAH good job!

misa pun dimulai.

ternyata gue bisa tahan sampe jem 12 tanpa ngorok dan ngeces. good job, horseyyy!! lalu kita pulang ke rumah.

HAAAAAAAAAAAAAH. gila. capek banget kemaren. what a day.

sampai di sini dulu perjumpaan kita hari ini, see ya later readers! once again, Merry Christmas bagi yang merayakan! :D

Permalink Leave a Comment

Balada Selesai UAS

December 17, 2009 at 3:09 AM (Daily Life)

HAI DUNIA!

seumur-umur gue baru kali ini merasakan yang namanya hidup bebas, merdeka, damai, sejahtera, bagaikan surga langit ke tujuh. (aku memang lebay..)

kenapa gue merasakan rasa bebas luar biasa?

karena..

LIBUR!!!!!!!!! UAS SELESAI! MAMPUS LU UAS! MATI AJE LO DITELEN RAHEL!!! HIDUP LIBUR NATAALLL!!!!! JOY TO THE WORLD!!!!!!!!! THE LORD IS COMEEE!!!!!!!!!!!!!!!!! HORRAY! ehem

UAS selese udah lama sih. udah sekitar seminggu lalu. tapi gue baru ngasih kabar sekarang. maafkan si kuda murtad yang pemalas ini, pemirsa.

waktu itu hari terakhir UAS, gue berangkat ke sekolah dengan mata berpeniti. ya, gue ngantuk banget. karena semalemnya gue ga bisa tidur, alhasil gue cuma tidur 4 jam. mata gue serasa dikasih lem tikus.

setelah nyampe di sekolah dan naro tas di ruang ujian, gue ngobrol ama temen-temen gue. (baca : hewan-hewan ternak). yang laen pada sibuk mempersiapkan diri buat ujian.

tidak lama kemudian, bel berbunyi tanda UAS segera dimulai. dan gue pun masuk ke Ruang 12. lalu gue mempersiapkan pensil 2B hasil palak dari Cathy (gue gak punya pensil 2B, karna pensil 2B gue satu-satunya diilangin ama si kancut batak siahaan bernama Ipung), nyiapin penghapus, dan perangkat-perangkat solat lainnya. maaf, maksut gue perangkat-perangkat ujian.

sebelum ujian dimulai, teman sebangku gue, nyari masalah. Dominic namanya, adek kelas gue. badannya gemuk, berkacamata, dan mukanya agak idiot. ini serius. maaf.

dia belom tau, kalo ada yang nyari masalah sama kuda murtad ini, mulutnya bisa dijejelin rumput liar bekas dibokerin. beginilah wujud kenekatan sebuah makhluk bernama Dominic.

Dominic : “Woi..”
Gue : “Ya??”
Dominic : “Ehm.. ada waktu gak pulang sekolah nanti?”
Gue : “HAH?!”
Dominic : “Iya. ada waktu gak?”
Gue : “EMANGNYA ADA APA YA?” (gue panik. jangan-jangan dia mau nembak gue. HAHAHAHA)
Dominic : “Ehm.. nanti pulang sekolah mau main basket gak?”
Gue : “MAEN BASKET??!” (gue keki. mau nembak orang gak romantis amat, pake maen basket segala. HAHAHA)
Dominic : “Iya. di SportMall nanti. gue udah ceritain ke pelatih basket gue yang tentang lu dapet beasiswa basket segala macem.”

gue bengong

Gue : “HAHAHAHAHAHA”
Dominic : “…”
Gue : “Gue tu kaga suka maen basket! gue aja gak ngerti kenapa gue bisa dapet beasiswa. waktu itu gue tanding cuma iseng-iseng doank. HAHAHAHAHA.”
Dominic : “…” (nampaknya dia sakit hati dan gondok sentengah mati)

FYI : gue waktu itu tanding basket, gak tau kenapa bisa dapet beasiswa gitu. waktu itu gue maennya juga gak serius. sambil becanda-becanda. hahahahaha astaga.

astaughfirullah. speechless deh gue.

setelah gue capek meladeni alien gembul itu, akhirnya UAS dimulai. mata pelajaran UAS hari itu adalah Biologi dan PLKJ.

pertama-tama, Biologi. lumayan. gue lumayan bisa di UAS Biologi kali ini. biasanya, UAS Biologi gue langganan merah. muahahaha

kemudian UAS Biologi selesai, kita istrijahat. maksut gue istirahat.

istrijahat selesai, UAS PLKJ dimulai. FYI, gue bisa dibilang gak belajar PLKJ. gue cuma ngapalin rute busway. untungnya soal-soalnya gak sekampret soal PLKJ Mid-Test beberapa bulan lalu. masih bisa diatasi dengan nalar kuda.

dan..

UAS SELESAI!!! WOOOHHHOOOWW!! hampir semua spontan tereak-tereak, termasuk gue. hampir gue buka celana. untung tiba-tiba gue sadar. HAHAHAHAHA

“HEY DIAAAAAAAAAM!!!!!!!”

gue mendengar sebuah suara bentakan yang cukup keras. nampaknya Pak Paidi, pengawas Ruang 12 saat itu.

“KAMU NI GAK NGERTI ATURAN YA! MASIH ADA PENGAWAS JUGA! MAEN TERIAK-TERIAK AJA!!!!” bentak Pak Paidi.

gue langsung ngeri.

“YANG TERIAK-TERIAK MAJU KE DEPAN CEPAT!! SIAPA YANG TADI TERIAK-TERIAK??!!!”

ANJRIT. MAMPUS. kuda nyari masalah sih. begini kan jadinya. haaaah. kancut. akhirnya gue dan yang lainnya dengan lapang dada (ca elah!!) maju ke depan kelas. ternyata banyak yang gak mau ngaku kalo tadi teriak-teriak. hmm.

“yang laen boleh pulang. yang tadi teriak-teriak tunggu dulu gak boleh pulang!” kata Pak Paidi dengan jidatnya yang menyilaukan mata.

oke. gue rada agak sedikit panik banget. (bahasa gue gak realistis amat ya? udah rada, agak, sedikit, banget pula. maklum, gue lulus TK aja nyogok. hehehhehehehehehehehe)

dan Pak Paidi mencatat semua nama yang tadi teriak-teriak bersorak-sorai. gue bengong sambil garuk-garuk kepala.

setelah itu kita diijinin pulang. ugh.

KUDA EMOSI!!! banyak yang gak ngaku tadi. EMOSI EMOSI! PANAS GUSTI!! PANAAAAAS!!

tapi gue gak mau mikirin orang-orang yang gak ngaku itu. GUE MAU HURA-HURA. pulang sekolah, gue, Ipung, dan Rendy (temen-temen sekolah gue yang kebetulan rumahnya deket semua ama gue), capcus mesen mie ayam deket rumah gue. rencananya gue ama Ipung mesen mie ayamnye atas nama gue “Imel”, ntar si Rendy yang ngambil, trus dianter ke rumah gue, makan bareng di rumah gue jadinya. ngerti gak lo? gue aja pusing.

trus, pas gue buka jendela kaca mobil mau manggil mas penjual mie, tiba-tiba nyokap gue langsung nyerocos.

“BANG PESEN MIE AYAM 3 YA DIBUNGKUS!! NANTI ADA COWO NAMANYA IMEL NGAMBIL! MAKASIH BANG!!” nyokap gue nyerocos dengan panik. ada apa dengan ibuku ya gusti.

gue dan Ipung hening sejenak. COWO NAMANYA IMEL??!!!!

“ADUH MEL MAAP! MAMA SALAH NGOMONG! YA AMPUN!!” nyokap gue histeris.

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAAHAHHAHA. gue ama Ipung nangis-nangis di mobil. EMAAAK!! KENAPA ENGKAU BEGITU KEJAM PADAKU?!? AKU TIDAK INGIN JADI LELAKI!! KEJAMNYA BUNDA!! HUHUHUHUHU

setelah capek nangis-nangis di mobil, akhirnya gue sampe di rumah dengan pipi pegel.

tidak lama kemudian Rendy datang dengan membawa 3 bungkus mie ayam dalam plastik. Ipung pun dateng juga. kita pesta mie ayam di rumah gue. asoy.

Rendy mencurahkan isi hatinya. malang sekali anak ini.

Rendy : “Mel, tadi gue ditanyain ama abang penjual mienya.”
Gue : *keselek* “ditanyain apaan Ren??! HAHAHA”
Rendy : “tadi abangnya nanya ‘Kamu namanya Imel ya? HAHAHHAA’ gitu”
Gue & Ipung : “HHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA”
Rendy : “sialan.”

kebodohan nyokap gue bisa menjadi malapetaka bagi orang lain. hati-hati, bunda. hiks.

gila. minggu lalu gue setres setengah mati gara-gara UAS, sampe pengen makanin rambut. sekarang udah bebas banget. besok udah mulai libur. JOY TO THE WORLD!!!!! HOLIDAY IS COME!!!! WOOOO!!!

oke. panjang banget ya? udah ah capek. see ya later readers! GBU! Happy Holiday!!!!!

Permalink 3 Comments

I’m back!!

December 4, 2009 at 2:00 AM (Daily Life)

halo.

udah lama gue ngga ngebacot di sini.

sepertinya gue mengalami sebuah hobi angot-angot tai ayam. pertamanya seru banget blogging. tapi sekarang? liat aje blog gue udah sampe ada laletnya. bau busuk lagi. ini juga mungkin membuktikan, bahwa gue mungkin bukan orang yang setia. hahahahahahaha…

belakangan ini gue udah coba posting. tapi yang ada? gue masukkin draft, niatnya mau lanjutin posting lain waktu, nyatanya postingan-postingan gue mati kelaparan di draft. kejadian ini sering sekali terjadi. maafkan aku, www.imeldalizal.co.cc…

temen-temen gue juga udah mendesak gue supaya kembali menulis. tapi gue selalu menjawab dengan enteng dan tanpa jaminan, “iya, ntar kalo ada waktu.” mungkin temen-temen gue udah males kali ya menanti postingan-postingan gue yang tak kunjung muncul? jadi sekarang udah jarang yang mendesak gue lagi.

sebenernya waktu bukan jadi masalah untuk ngeblog. akhir-akhir ini justru gue punya cukup banyak waktu luang. masalah utama kesuraman blog ini adalah : niat gue. gue udah hampir ngga ada niat untuk ngeblog belakangan ini. ngga tau kenapa. yaaaa mungkin takdir gue bukan dalam hal ‘mencurahkan isi hati melalui kata-kata’ kali yah..

kadang menulis di blog itu menjadi beban buat gue.

tapi sekarang gue udah ngga merasa terbebani lagi. ngga tau kenapa.

ngeliat blog gue yang udah sepi postingan begini, ngga usah heran juga kalo pengunjungnya berkurang. tapi gue trima itu, karena salah gue sendiri juga jarang-jarang posting.

daaaan.. kenapa gue memutuskan untuk kembali ngeblog?

gue sendiri juga ngga tau. mungkin gue ngga mau mengecewakan pembaca setia blog ini. tapi kayaknya udah terlambat. mereka pasti udah terlanjur kecewa.

tapi gapapa. itu bukan masalah besar. yang penting sekarang gue udah kembali ngeblog. walaupun ngga segila dan sebrutal dulu, tapi blog ini akan terus update, walaupun dalam jangka waktu lama.

i think i’ve grown up. :) merasa ada perubahan dalam diri gue? yes, muka gue tambah mirip kayak kuda.

well. setelah berminggu-minggu menghilang, ada kejadian-kejadian yang belom gue ceritakan.

gue turut berduka cita atas kepergian ayah dari David Leroy, temen sekelas gue. tetep semangat ya pit, bikin bapak lu bangga di sana. God Bless Leroy’s family! :)

minggu ini gue udah mulai UAS. oh man. ini berat. gue harus berjuang ekstra keras. wish me luck guys!

gue baru baca novelnya Ilana Tan tadi siang, judulnya ‘Autumn In Paris‘, dan novel itu membuat gue nangis. padahal jarang-jarang gue nangis gara-gara baca kisah cemen cinta-cintaan. thumbs up for Ilana Tan.

sedikit cerita tentang kejadian absurb :

beberapa hari lalu, setelah gue pulang sekolah, gue merasakan rasa capek luar biasa. sehingga, gue memutuskan untuk istirahat beberapa jam.

gue nyetel alarm jem 16.50, karena gue ada les jem 17.00.

kemudian..

saat alarm gue berbunyi, gue bangun. gue merasakan ada yang salah dengan lengan kanan gue.

“kok dingin-dingin basah ya?” tanya gue dalam hati.

JANGAN-JANGAN GUE NGOMPOL.

tapi karena gue ngga seidiot yang kalian kira, gue langsung mengacuhkan perkiraan yang maha jenius idiot itu.

lalu gue lihat keadaan bantal dan sepre gue. “KOK BASAH JUGA?!” gue jerit.

gue udah was-was. jangan-jangan itu pertanda kiamat. tapi ternyata bukan.

“apaan sih itu??!!” gue terus bergumam kebingungan.

daaaan karena gue terlalu jenius, akhirnya gue menemukan biang kerok dari semua itu.

ternyata.. TERNYATA ITU ILER GUE.

ya ampun. ternyata gue punya kelebihan produksi air liur. keren juga.

well. nampaknya harus gue sudahi dulu perjumpaan kita hari ini. sampai jumpa di lain waktu, readers!!

Permalink 5 Comments

Next page »